Fans Ayah

Dua jagoan saya *kiss

Meski Ayah sering pulang malam, harus lembur saat weekend, tapi Ayah selalu menyempatkan bercengkerama atau bermain dengan Rayi. Namun hubungan Ayah dengan Rayi tidak sedekat hubungan Ibu dengan Rayi. Kalau di mall, pasti Rayi minta gendong Ibu, ga mau digendong Ayah. Sebentar-sebentar Ibu. Ayah sih mau saja membantu menggendong Rayi, tapi Rayi yang tidak mau.

Namun belakangan semua berubah. Saat Ibu selalu menerapkan kedisiplinan, “Ayo sikat gigi!”, “Ayo cuci-cuci!”, “Ayo kita bobo!” dan Rayi sudah mulai memiliki kemauan sendiri, tidak mau bobo, tidak mau cui-cuci, maunya hanya bermain. Di situlah Rayi mulai mencari sosok lain yang tidak menyuruh dia untuk bobo tapi akan dengan senang hati mengajak dia bermain. Sosok Ayah di matanya menjadi tambah keren saat Ayah bisa melakukan yang Ibu tidak bisa, Ayah bisa mengendarai motor. Jadi, baru-baru ini dia selalu Ayah, Ayah, Ayah tidak lagi Ibu Ibu Ibu 🐱

Kalau Ibu capek menggendongnya, dia sudah mau digendong Ayah. Bahkan saat berenang, saat bermain, maunya sama Ayah. Sebentar-sebentar panggil Ayah. Pakai baju tidak mau sama Ibu, maunya sama Ayah. Saya agak sedih juga sih, khawatir Rayi menjauh. Cieee ceritanya ‘jealous‘ sama Ayah nih, berebut perhatian Rayi 🙂 Tapi di sisi yang lain, saya sangat senang karena akhirnya Rayi bisa dekat sama ayahnya, Rayi ngefans Ayah. Kalau begini saya diuntungkan, karena berkurang beban menggendong Rayi XD Btw, terima kasih banyak Ayah sudah bantu Ibu merawat Rayi ❤

*Ditulis dalam rangka hadiah awal ulang tahun Ayah ❤ ❤ ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s